Sabtu, 01 Desember 2012

KEWIRAUSAHAAN

RESUME KEWIRAUSAHAAN
HALAMAN : 54-64

Mata Pelajaran      : Kewirausahaan
Kelas/Jurusan       : XII AK 1
Sekolah                : SMK Negeri 3 Pontianak
Nama                   : Oktaviani
Web/Blog             : oktaviani-ak1.blogspot.com

        A. Resume
1.     Strategi Pemetaan Produk ( Product Mapping )
Sebuah usaha dapat sukses karena dibangun melalui pemikiran skala industry, dan
dijalankan dengan jelas baik dari segi skala organisasi, usaha maupun jangkauan pasarnya. Pada umumnya suatu perusahaan terlebih dahulu akan melakukan pemetaan posisi perusahaan terhadap pasar, khususnya terhadap pesaing yang paling potensial.
Banyak wirausaha yang sulit berkembang karena tidak mengetahui pesaing usaha paling potensial yang harus dihadapi. Kebanyakan dari mereka hanya berkonsentrasi pada tingkatan masing-masing agar dapat lolos dari ketatnya persaingan pasar. Oleh karena itu, sebelum menjalankan usahanya, sebaiknya wirausaha membuat hierarki pemetaan produk ( hierarchy of product mapping ). Setelah itu baru dilanjutkan dengan pemetaaan kualitas, harga dan popularitas produk sehingga tercipta rencana usaha yang baik.

2.     Strategi Pemetaan Kualitas dan Harga Pasar untuk Mengetahui Posisi Produk di Pasar
Salah satu faktor penyebab kegagalan ketika usaha sudah mulai berjalan adalah ketidaktahuan akan posisi kualitas dan harga produk di tingkatan pasar persaingannya. Semakin mengetahui posisi strategis di pasar, akan mempermudah wirausaha menjalankan, memperbaiki strategi, dan menyusun rencana usahanya.
Konsep pemetaan kualitas dan harga antara produk-produk di pasar adalah dengan membandingkan kualitas produk dengan harga. Konsep pemetaaan ini disebut Value-Based Pricing. Sebagai acuan pemetaan digunakan kualitas produk pesaing yang sering dibeli konsumen dengan harga rata-rata pasar.

Untuk menjaga tingkat permintaan tetap stabil, penjual biasanya melakukan beberapa strategi penjualan, seperti :
-          Menimbun barang pada saat produksi tinggi, dan menjual saat produksi rendah.
-          Meningkatkan kegiatan produksi saat permintaan menurun.
-          Membuat sistem antrian/pesanan saat permintaan tinggi.

3.     Mengetahui Teori Permintaan dan Penawaran ( Supply and Demand Theory )
Salah satu teori yang harus dikuasai seorang wirausaha dalam mempersiapkan strategi menjalankan usaha adalah teori permintaan dan penawaran ( supply and demand theory ). Ketidakmengertian teori ini dapat mempengaruhi mekanisme pengambilan kebijakan harga dan keseimbangan pasar produknya.
Mekanisme harga di pasar adalah proses yang terjadi karena adanya tarik-menarik antara konsumen yang ingin memiliki suatu produk yang ditawarkan produsen dengan harga yang membuat semua pihak merasa terpuaskan. Harga merupakan hasil (laba) dari keseimbangan tarik-menarik di pasar (penawaran dan permintaan). Harga barang akan naik jika permintaan barang dari konsumen lebih besar dari barang yang ditawarkan oleh perusahaan di pasar. Begitu pula sebaliknya, bila permintaan barang yang melemah harga barang akan turun. Itulah yang disebut dengan mekanisme harga yang dipengaruhi oleh perilaku konsumen.

a.     Perilaku konsumen dan permintaan suatu produk di pasar
Perilaku konsumen terhadap suatu barang akan menimbulkan permintaan di pasar. Hal ini yang menjadi dasar dari Hukum Permintaan, yaitu bila harga barang naik, jumlah barang yang diminta konsumen akan menurun, dengan kondisi ceteris paribus (semua faktor lain yang mempengaruhi permintaan adalah tidak berubah). Begitu juga sebaliknya jika harga suatu barang turun, permintaan akan mengalami kenaikan. Hal ini terjadi karena ada 2 anggapan pokok untuk dapat mewujudkan Hukum Permintaan, yaitu :
1)      Kepuasan setiap konsumen dapat diukur dengan uang atau satuan terukur lainnya seperti volume, berat, panjang, dan lain-lain. Pendekatan itu disebut dengan Marginal Utility.
2)      Tingkat kepuasan konsumen dapat lebih tinggi atau lebih rendah. Oleh karena itu, pendekatan konsumen tidak bisa dipastikan atau diukur (Indifference Curves).

Hukum Gossen atau sering disebut dengan Law of Diminishing Marginal Utility (kepuasan bisa diukur) menyatakan semakin banyak suatu barang dikonsumsi, maka tambahan kepuasan marginal setiap satuan tambahan yang dikonsumsi akan menurun.
Jadi, dalam mencapai kepuasan marginalnya konumen akan selalu berusaha untuk mencapai kepuasan maksimal dengan kuantitasdan harga yang seimbang. Hal ini yang disebut dengan Customer Satisfaction Equilibrium. Bila kondisi tersebut telah tercapai, konsumen akan semakin loyal.

b.    Mekanisme harga di pasar
The Law of Diminishing Return adalah hokum yang menyatakan bahwa bila suatu macam input ditambah dengan penggunaannya sedangkan input lainnya tetap, maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap unit input (nilai tambah) yang ditambahkan akan meningkat tetapi kemudian akan menurun bila input tersebut terus ditambah (Sumber: Pengantar Ekonomi Mikro. Dr. Budiono. Penerbit BPFE-Yogyakarta).
Telah kita ketahui bahwa keseimbangan pasar akan terjadi apabila jumlah barang yang diproduksi sama dengan jumlah permintaan dari konsumen untuk mencapai kepuasannya dengan harga tertentu. Inilah yang menjadi dasar terciptanya sebuah transaksi. Untuk itu, di dalam pasar akan terjadi pertemuan antara kurva permintaan dengan kurva penawaran yang akan tercipta titik keseimbangan (equilibrium).
Dalam hal ini, hukum penawaran adalah semakin tingginya harag suatu barang di pasar diharapkan jumlah barang yang ditawarkan akan semakin tinggi juga (dari sisi produsen). Namun, hukum penawaran tidak akan menciptakan terjadinya sebuah transaksi jika tidak terjadi pertemuan (interaksi) dengan hukum permintaan.
Dengan mengetahui konsep mekanisme harga, hukum permintaan, hukum penawaran, dan keseimbangan pasar, seorang wirausaha diharapkan dapat menentukan harga dan jumlah barang yang akan menyebabkan Break Event Point (BEP). Break Even Point (BEP) dapat digunakan untuk menentukan strategi kebijakan harga dalam rencana usaha.

4.     Mengenal Perilaku Konsumen dalam Menentukan Strategi Pemasaran dan Promosi
Tidaklah mudah untuk mengenal perilaku konsumen. Terkadang konsumen mengatakan bahwa ia membutuhkan dan menginginkan sebuah produk, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya. Pemasar perlu mempelajari keinginan, persepsi, preferensi, dan perilaku konsumen yang sebenarnya dalam membeli produk yang dibutuhkannya.


a.     Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen
Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli suatu barang adalah sebagai berikut.
1)      Faktor Budaya
Faktor budaya dari target konsumen yang dibidik sangat penting untuk diketahui dalam proses pembuatan dan perencanaan strategi pemasaran. Faktor ini sangat mendasar dalam menentukan perilaku pembelian. Contohnya, bangsa Indonesia gemar daging sapi, berbeda dengan bangsa India yang mayoritas melarang untuk memakan daging sapi.

2)      Kelas Sosial
Budaya feodalisme diwariskan sejak zaman dahulu sulit dihilangkan dan menjadi permasalahan kelas social yang melekat dalam kebudayaan Indonesia. Kelas sosial menentukan perilaku pembelian masyarakat, di mana anggota kelas  sosial dibesarkan dengan sistem, tata karma, karakter dan gaya yang berbeda.
Kelas sosial terbagi atas :
a) Kelas sosial atas
b) Kelas sosial atas - menengah
c) Kelas sosial atas - bawah
d) Kelas sosial menengah  - menengah
e) Kelas sosial menengah - bawah
f) Kelas sosial bawah – bawah

Kelas sosial digolongkan dan diidentifikasikan dari :
a) Tingkat pendapatan
b) Fasilitas yang dimiliki
c) Jabatan dan tingkatannya
d) Posisi di masyarakat
e) Tempat tinggal
f) Kebiasaannya

3)      Keluarga
Keluarga juga dapat mempengaruhi perilaku pembelian seseorang.

4)      Usia dan tahap siklus hidup
Perilaku belanja seorang konsumen berusia muda akan berbeda dengan konsumen beruia tua. Oleh karena itu terdapat produk yang digolongkan berdasarkan usia dan siklus hidupnya, seperti produ untuk balita dan anak-anak yang berbeda dengan gaya remaja, produk remaja dengan produk dewasa, dan produk dewasa dengan produk orang tua.

5)      Jenis Pekerjaan
Jenis pekerjaan juga mempengaruhi perilaku pembelian. Perilaku belanja seorang dosen akan berbeda dengan seorang insinyur, perilaku belanja seorang dokter berbeda dengan seorang pengacara, dan seterusnya.

6)      Kondisi Ekonomi
Kondisi ekonomi juga mempengaruhi perilaku konsumsi seseorang. Orang yang kondisi ekonominya baik akan berbeda perilaku konsumsinya dengan orang yang kondisi ekonominya lemah.

7)      Gaya Hidup
Gaya hidup orang kota akan berbeda dengan orang desa.

b.    Proses Keputusan Pembelian
Proses seseorang mengambil keputusan untuk membeli suatu produk merupakan salah satu hal yang harus dipelajari oleh seorang wirausaha, khususnya akan menentukan strategi promosinya. Ada lima peran yang dimainkan seseorang dalam mengambil keputusan pembelian yaitu :

1.      Pencetus ide ( initiator ), yaitu orang yang pertama kali mengusulkan untuk membeli suatu barang atau jasa tertentu.
2.      Pemberi pengaruh ( influencer ), yaitu orang yang pendapatnya dapat mempengaruhi keputuan pembelian seseorang.
3.      Pengambil keputusan ( decider ), yaitu orang yang memutuskan untuk membeli atas input, pengaruh, dan pemikirannya sendiri.
4.      Pembeli ( buyer ), yaitu orang yang melakukan oembelian actual, baik bersifat administrative atau prosesnya.
5.      Pemakai ( user ), yaitu orang yang menggunakan secara langsung suatu barang atau jasa tertentu dari proses keputussan membeli dan dapat memberikan feedback atau saran kepada keempat pemberi pengaruh di atas.

Menurut The Adapters Curve dari Everett Rogers, keputusan membeli produk yang baru diluncurkan akan sangat bergantung dari karakter pasar atau pembeli dalam menanggung atau menghadapi sebuah risiko dari keputusan tersebut.
Perlu diketahui, initiator dalam proses keputusan pembelian biasanya anak muda. Mereka biasanya selalu mencoba produk baru, tak heran jika banyak target produksi produsen adalah anak muda.

Pada kurva terdapat 5 tahapan, yaitu :
a)      1. Tahap pertama disebut tahapan innovator, yaitu ketika produk baru pertama kali diluncurkan di pasar, aka nada 2,5% orang yang berani mengambil keputusan membeli dan menyerap produk untuk mengawali pembelian dengan segala risikonya. Biasanya ia berani berspekulasi.
b)      2. Tahap kedua disebut tahapan early adopter, yaitu orang mengambil keputusan membeli karena melihat innovator menggunakan barang atau jasa tersebut ( sebanyak 13,5% ). Biasanya ia berkonsultasi dengan orang lain terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli.
c)      3. Tahap ketiga disebut tahap early majority ( mayoritas awal ), yaitu orang berani mengambil keputusan membeli karena banyak orang yang telah membeli dan menggunakannya ( sebanyak 34% ). Biaasanya ia melakukan sedikit perhitungan dalam mengambil risiko.
d)     4. Tahap keempat disebut late majority ( mayoritas akhir ), yaitu orang yang menghadapi keputusan membeli karena seluruh masyarakat telah menggunakannya ( sebanyak 34% ). Biasanya ia seorang risk calculation.
e)      5. Tahap terakhir disebut latest user ( pengguna akhir ), yaitu orang yang menggunakan produk karena benar-benar berpikir untuk tidak mau berisiko dan menghindari risiko dari barang yang dibeli. Oleh karena itu pada saat teknologi baru muncul atau produk baru muncul orang ini justru tetap akan membeli dan menggunakan produ lama yang jelas manfaatnya. Biasanya ia orang yang selalu menghindari risikp ( risk avoid ).

Pengetahuan ini perlu diketahui, dimengerti, dan dipahami oleh seorang wirausaha ketika meluncurkan produk barunya agar mengetahui besarnya persentase awal calon pembeli yang berani membeli produkya. Oleh karena itu, ketika merencanakan strategi promosi dalam memulai penjualan produk, wirausaha perlu mengadopsi pengetahuan dan pemahaman tentang siklus hidup produknya.


SOAL
1.      Jelaskan salah satu faktor penyebab kegagalan ketika usaha sudah mulai berjalan!
Jawab :
Salah satu faktor penyebab kegagalan ketika usaha sudah mulai berjalan adalah ketidaktahuan akan posisi kualitas dan harga produk di tingkatan pasar persaingannya. Semakin mengetahui posisi strategis produk di pasar, akan mempermudah wirausaha menjalankan, memperbaiki strategi, dan menyusun rencana usahanya.

2.      Sebutkan salah satu teori yang harus dikuasai seorang wirausaha dalam mempersiapkan strategi menjalankan usaha!
Jawab :
Teori permintaan dan penawaran ( suppy and demand theory )

3.      Jelaskan yang dimaksud dengan mekanisme harga di pasar!
Jawab :
Mekanisme harga di pasar adalah proses yang terjadi karena adanya tarik-menarik antara konsumen yang ingin memiliki suatu produk yang ditawarkan produsen dengan harga yang membuat semua pihak merasa terpuaskan.

4.      Jelaskan yang  dimaksud dengan hukum permintaan!
Jawab :
Hukum permintaan, yaitu bila harga naik, jumlah barang yang diminta konsumen akan menurun, dengan kondisi ceteris paribus ( semua faktor lain yang mempengaruhi permintaan adalah tidak berubah ).

5.      Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli suatu barang!
Jawab :
1) Faktor budaya
2) Kelas sosial
3) Keluarga
4) Usia dan tahap siklus hidup
5) Jenis pekerjaan
6) Kondisi ekonomi
7) Gaya hidup

6.      Jelaskan kegunaan Break Event Point ( BEP )!
Jawab :
Break Event Point ( BEP ) dapat digunakan untuk menentukan strategi kebijakan harga dalam rencana usaha.

7.      Apa yang dimaksud dengan The Law of Diminishing Return?
Jawab :
The Law of Diminishing adalah hukum yang menyatakan bahwa bila suatu macam input ditambah dengan penggunaannya sedangkan input lainnya tetap, maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap unit input ( nilai tambah ) yang ditambahkan akan meningkat tetapi kemudian akan menurun bila input tersebut terus ditambah.

8.      Sebutkan 5 tahapan pada kurva!
Jawab :
1) Tahap pertama disebut tahapan innovator
2) Tahap kedua disebut tahapan early adopter
3) Tahap ketiga disebut tahap early majority
4) Tahap keempat disebut tahap late majority
5) Tahap kelima disebut tahap latest user

Pontianak, 1 Desember 2012


            ( Oktaviani )






Senin, 20 Agustus 2012

TUGAS

NAMA : OKTAVIANI
KELAS : XII AK 1
NO.ABSEN : 21

Persyaratan MUB ( Merencanakan Usaha Baru )
Dalam Merencanakan Usaha Baru terdapat beberapa hal yang harus di perhatikan
1. Bidang dan jenis usaha yang dimasuki
2. Bentuk usaha dan kepemilikan yang akan dipilih
3. Organisasi usaha yang akan digunakan
4. Jaminan usaha yang mungkin diperoleh
5. Lingkungan usaha yang akan berpengaruh
6. Tujuan Usaha
Berikut merupakan syarat-syarat untuk Merencanakan Usaha Baru
1. Tentukan gagasan bisnis yang akan dikembangkan. Sebaiknya sesuaikan usaha yang akan dibuka dengan kemampuan, minat atau bakat yang kita miliki, namun tanpa meninggalkan faktor peluang pasar yang ada pada masyarakat. Banyaknya pengusaha sukses, karena mereka memilih bidang usaha yang mereka sukai. Sehingga kita akan selalu berusaha mengembangkan bisnis yang kita miliki, dengan perasaan senang hati tanpa ada kejenuhan ataupun rasa bosan yang sering muncul. Selain itu dapat juga memulai usaha baru yang belum pernah ada di pasaran sehingga terkesan unik dan menarik, atau membuka usaha yang telah banyak dipasaran namun memiliki peluang pasar yang masih besar.
2. Buatlah visi dan misi usaha. Sebuah usaha harus memiliki visi serta misi yang jelas, sehingga tujuan dan langkah usaha tersebut dapat terkonsep dengan baik guna menunjang pengembangan usaha yang dibangun. Sekecil apapun usaha yang dimiliki, namun adanya tujuan usaha mempengaruhi kinerja serta hasil usaha yang akan diperoleh.
3. Action. Sebaik apapun ide bisnis yang kita miliki, tidak akan pernah menjadi usaha yang sukses jika kita tidak segera bertindak. Mulailah usaha yang Anda rencanakan dengan penuh keyakinan dan ketekunan, karena menjalankan sebuah usaha hingga mencapai kesuksesan membutuhkan perjuangan dan perjalanan yang cukup panjang dengan kerja keras yang harus dijalankan.
4. Selalu belajar dan lakukan pengamatan. Amati pengusaha yang telah sukses dengan bidang yang sama dengan kita, bila usaha kita tergolng baru amatilah strategi manajemen yang mereka gunakan. Hal penting lainnya yaitu perdalam pengetahuan mengenai semua hal yang berhubungan dengan bisnis yang kita jalankan, agar produk kita bisa lebih inovatif.
5. Hadapi, hayati serta nikmati hambatan atau kegagalan. Membangun sebuah usaha hingga sukses tidaklah mudah, adanya hambatan serta resiko kegagalan hampir selalu membayangi setiap usaha. Untuk itu sebaiknya kita harus selalu berpikiran positif terhadap hambatan serta kegagalan yang ada, karena dalam tiap kesulitan akan ada kemudahan jika kita mau bekerja keras. Tanpa kita sadari, dalam keadaan terdesak kreativitas seseorang akan meningkat untuk mencari solusi dari masalah yang ada. Oleh karena itu, hadapi, hayati serta nikmati hambatan usaha karena akan menguatkan mental usaha kita dan menambah kemampuan kita dalam membangun usaha.

Konsep AMDAL
Secara formal konsep Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) berasal dari undang-undang NEPA 1969 di Amerika Serikat. Dalam undang-undang in AMDAL dimaksudkan sebagai alai untuk merencanakan tindakan preventif terhadap kerusakan lingkungan yang mungkin akan ditimbulkan oleh suatu aktivitas pembangunan yang sedang direncanakan. Di Indonesia, analisis mengenai dampak lingkungan tertera dalam pasal 16 Undang-Undang No. 4 tahun 1982 tentang Ketentuan¬ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 29 tahun 1986 yang mulai berlaku pada 5 Juni 1987. PP No. 29 tahun 1986 kemudian dicabut dan diganti dengan PP No. 51 tahun 1993.
Di dalam undang-undang, baik dalam Undang-undatig No.4, 1982, maupun dalam NEPA 1969, dampak diartikan sebagai pengaruh aktivitas manusia dalam pembangunan terhadap lingkungan. Hal in dapat dimengerti karena tujuan undang-undang tersebut adalah untuk melindungi lingkungan la-hadap pembangunan yang tidak bijaksana. Namun pada lain pihak harus pula kita lihat bahwa di negara kita sebagian besar kondisi lingkungan yang mengganggu kesejahteraan kita, baik yang alamiah maupun yang terbentuk oleh kegiatan manusia, justru disebabkan oleh kekurangan atau bahkan tidak adanya pembangunan. Penyakit menular yang disebabkan oleh vektor penyakit dan keadaan sanitasi lingkungan yang rendah adalah contoh di antara banyak contoh. Untuk mengatasi itu harus diadakan pembangunan. Oleh karena itu di samping usaha untuk melindungi lingkungan terhadap pembangunan yang tidak bijaksana, perlu pula dilakukan usaha untuk melindungi pembangunan dari dampak aktivitas lingkungan.

Hal 12 SIAPA BERANI COBA?
1. Apakah yang Anda ketahui mengenai modal usaha dan sumber-sumber modal usaha?
Jawab :
- Modal adalah sejumlah dana yang menjadi dasar untuk mendirikan suatu perusahaan.
- Sumber-sumber Modal Usaha terbagi menjadi dua, yaitu sumber intern dan sumber ekstern.

2. Jelaskan perbedaan dari kebutuhan modal kerja dan modal Investasi!
Jawab :
PERBEDAAN DARI KEBUTUHAN MODAL KERJA DAN MODAL INVESTASI :
- modal kerja investasi dalam harta jangka pendek sedangkan
- modal investasi adalah investasi dalam harta jangka panjang




3. Jelaskan pengertian dan manfaat dari modal investasi dan modal kerja!
Jawab :
PENGERTIAN MODAL INVESTASI DAN MODAL KERJA
- Modal investasi adalah modal yang dikeluarkan pada awal usaha yang biasanya digunakan untuk jangka panjang
- Modal kerja adalah investasi dalam harta jangka pendek atau harta yang di miliki perusahaan yang di gunakan untuk menjalankan kegiatan usaha atau membiayai operasional perusahaan sehari-hari tanpa mengorbankan aktiva yang lain dengan tujuan memperoleh laba yang optimal
MANFAAT MODAL INVESTASI
- Manfaat modal investasi sangatlah banyak, salah satunya adalah sebagai simpanan di masa yang akan datang. Pada umumnya manfaat ini dalam bentuk nilai uang.
- Manfaat modal kerja
Manfaat tersedianya modal kerja yang cukup adalah sebagai berikut:
1. Melindungi perusahaan dari akibat buruk berupa turunnya nilai aktiva lancar, seperti adanya kerugian karena debitur tidak membayar, turunnya nilai persediaan karena harganya merosot
2. Memungkinkan perusahaan dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan dalam memperoleh bahan baku, jasa, dan suplai yang dibutuhkan
3. Memungkinkan perusahaan mampu bertahan dalam periode resesi atau depresi
4. Memungkinkan perusahaan untuk beroperasi secara ekonomis dan tidak megalami kesulitan keuangan
5. Memungkinkan perusahaan untuk melunasi kewajiban-kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya
6. Memungkinkan perusahaan untuk dapat membeli barang dengan tunai sehingga dapat mendapatkan keuntungan berupa potongan harga
7. Menjamin perusahaan memiliki credit standing dan dapat mengatasi peristiwa yang tidak dapat diduga seperti kebakaran, pencurian, dan sebagainya
8. Memungkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup guna melayani permintaan konsumennya
9. Memungkinkan perusahaan dapat memberikan syarat kredit yang menguntungkan kepada pelanggan








4. Sebutkan pengertian kredit serta fungsi dan manfaatnya!
Jawab :
PENGERTIAN KREDIT
- Kredit merupakan suatu fasilitas keuangan yang memungkinkan seseorang atau badan usaha untuk meminjam uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali dalam jangka waktu yang ditentukan. UU No. 10 tahun 1998 menyebutkan bahwa kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka watu tertentu dengan pemberian bunga.Jika seseorang menggunakan jasa kredit, maka ia akan dikenakan bunga tagihan.
- Pengertian kredit menurut undang-undang No. 7 Tahun 1992 tentangPerbankan adalah:
penyediaan uang atau tagihan yang dapatdipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan kesepakatan pinjammeminjamantara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihakmeminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentudengan jumlah bunga, imbalan atau pembagian hasil keuntungan.
FUNGSI KREDIT
Kredit mempunyai beberapa fungsi yaitu sebagai berikut
1. Untuk Meningkatkan Daya Guna Uang
Dengan adanya kredit dapat meningkatkan daya guna uang maksudnya jika uang hanya disimpan saja tidak akan menghasilkan sesuatu yang berguna. Dengan diberikannya kredit uang tersebut menjadi berguna untuk menghasilkan barang atau jasa oleh si penerima kredit.
2. Untuk meningkatkan peredaran lalu lintas uang.
Dalam hal ini uang yang diberikan atau disalurkan akan beredar dari suatu wilayah ke wilayah lainnya, sehingga suatu daerah yang kekurangan uang dengan memperoleh kredit maka daerah tersebut akan memperoleh tambahan uang dari daerah lainnya.
3. Untuk meningkatkan daya guna barang.
Kredit yang diberikan oleh uang bank akan dapat digunakan oleh si debitur untuk mengolah barang yang tidak berguna menjadi berguna atau bermanfaat.
4. Meningkatkan peredaran barang.
Kredit dapat pula menambah atau memperlancar arus barang dari satu wilayah ke wilayah lainnya, sehingga jumlah barang yang beredar dari suatu wilayah ke wilayah lainnya bertambah atau kredit dapat pula meningkatkan jumlah yang beredar.
5. Sebagai alat stabilitas ekonomi
Dengan memberikan kredit dapat dikatakan sebagai stabilitas ekonomi karena dengan adanya kredit yang diberikan akan menambah jumlah barang yang diperlukan oleh masyarakat. Kemudian dapat pula kredit membantu dalam mengekspor barang dari dalam negeri ke luar negeri sehingga meningkatkan devisa negara.

6. Untuk meningkatkan kegairahan berusaha
Bagi si penerima kredit tentu akan dapat meningkatkan kegairahan berusaha, apalagi bagi si nasabah yang memang modalnya pas-pasan.
7. Untuk meningkatkan pemerataan pendapatan
Semakin banyak kredit yang disalurkan maka akan semakin baik, terutama dalam hal meningkatkan pendapatan. Jika sebuah kredit diberikan untuk membangun pabrik, maka pabrik tersebut tentu membutuhkan tenaga kerja sehingga, dapat pula mengurangi pengangguran. Disamping itu bagi masyarakat sekitar pabrik juga akan mendapat meningkatkan pendapatannya seperti membuka warung atau menyewa rumah kontrakan atau jasa lainnya.
8. Untuk meningkatkan hubungan internasional.
Dalam hal pinjaman internasional akan dapat meningkatkan saling membutuhkan antar si penerima kredit dengan si pemberi kredit. Pemberian kredit oleh negara lain akan meningkatkan kerja sama di bidang lainnya.
Dengan adanya kredit, maka terlaksana pula program pemerintah yang sesuai dengan rencana pembangunan nasional dewasa ini dan bukan saja dilaksanakan oleh pemerintah akan tetapi juga dilaksanakan oleh pihak swasta nasional sesuai dengan keputusan pemerintah. Tentu saja dalam hal ini, dalam melaksanakan pembangunan tersebut akan lebih banyak memerlukan modal, oleh karena itu pengusaha ekonomi lemah yang kekurangan modal dapat mengajukan permohonan kredit, dengan demikian sangat membantu dalam pembangunan nasional.
Fungsi Kredit bagi dunia usaha dan lembaga keuangan
Bagi dunia usaha (termasuk usaha kecil) :
- Sebagai sumber permodalan untuk menjaga kelangsungan atau
meningkatkan usahanya.
- Pengembalian kredit wajib dilakukan tepat waktu, diharapkan dapat
diperoleh dari keuntungan usahanya

Bagi lembaga keuangan (termasuk bank) :
- Menyalurkan dana masyarakat (deposito, tabungan, giro) dalam
bentuk kredit kepada dunia usaha.

MANFAAT KREDIT
Memberi keuntungan Bagi Debitur dan Lembaga Keuangan :
Bagi Debitur
- Memberi keuntungan usaha dengan adanya tambahan modal dan
berkembangnya usaha
Bagi lembaga keuangan (termasuk bank)
- Memberi keuntungan dari selisih bunga pemberian kredit atau jasa
Lainnya
5. Bagaimanakah prosedur pengajuan permohonan kredit ke bank atau lembaga keuangan lainnya?
Jawab :
Pinjaman/kredit Individu :
• Fotokopi identitas diri ( KTP, SIM, atau paspor )
• Fotokopi akte nikah ( bagi yang sudah menikah ).
• Fotokopi kartu keluarga (KK).
• Fotokopi rekening koran/ rekening giro atau kopi buku tabungan di bank manapun antara enam hingga tiga bulan terakhir.
• Fotokopi slip gaji dan surat keterangan bekerja dari perusahaan.
Pinjaman/Kredit Badan Usaha :

• Foto copy identitas pemilik perusahaan (direksi dan komisarisnya)
• Foto copy SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
• NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
• Foto copy TDP (Tanda Daftar Perusahaan)
• Akta pendirian ( awal beserta perubahannya )
• Foto copy agunan ( SHM, BPKB, dll)
• Foto copy IMB (Izin Mendirikan Bangunan)
• Data Laporan Keuangan

PETA KONSEP
PETA BISNIS DAN PENJELASANNYA
1. JENIS MODAL USAHA
A. Modal Investasi Awal
Modal Investasi awal adalah jenis modal yang harus dikeluarkan pada awal memulai usaha, dan biasanya dipakai untuk jangka panjang. Contoh modal usaha ini adalah bangunan, peralatan seperti komputer, kendaraan, perabotan kantor dan barang-barang lain yang dipakai untuk jangka panjang.
Sebagai contoh jika usaha anda adalah bengkel motor, maka modal investasi awal Anda adalah bangunan, alat-alat perbengkelan, dan perabot lain yang dibutuhkan di bengkel tersebut. Kalau usaha Anda toko, maka modal investasi awal Anda adalah rak, meja, bahkan mungkin juga mesin kasir.
Biasanya, modal udaha ini nilainya cukup besar karena dipakai untuk jangka panjang. Tetapi nilai dari Modal Investasi Awal ini akan mengalami penyusutan dari tahun ke tahun bahkan bisa dari bulan ke bulan. Nilai penyusutan ini harus dihitung, jika sudah bernilai nol harus dilakukan peremajaan lagi.
B. Modal Kerja
Modal kerja adalah modal yang harus dikeluarkan untuk membeli atau membuat barang dagangan Anda. Modal kerja ini bisa dikeluarkan setiap bulan, atau setiap datang order.
Sebagai contoh, kalau usaha Anda usaha tempat makan, maka modal kerja yang Anda butuhkan adalah modal untuk membeli bahan makanan. Kalau usaha Anda usaha pembuatan barang kerajinan, maka modal kerja Anda adalah uang yang Anda keluarkan untuk membeli bahan baku. Kalau usaha Anda adalah jasa fotokopi, ya modal kerja Anda uang yang Anda keluarkan untuk membeli kertas, tinta, dan lain sebagainya.
Prinsipnya, tanpa modal kerja, Anda tidak akan bisa menyelesaikan order Anda atau tidak memiliki barang dagangan. Nanti, bisa-bisa Anda malah tidak akan dapat pembeli karena barangnya saja tidak ada. Itulah pentingnya modal kerja.
C. Modal Operasional
Modal yang terakhir adalah modal operasional. Modal operasional adalah modal yang harus Anda keluarkan untuk membayar biaya operasi bulanan dari bisnis Anda. Contohnya pembayaran gaji pegawai, pulsa telepon bulanan, PLN, air, bahkan retribusi.
Pos-pos dalam modal operasional ini pada setiap bisnis umumnya hampir sama. Ini karena pada prinsipnya, yang dimaksud dengan modal operasional adalah uang yang harus Anda keluarkan untuk membayar pos-pos biaya di luar bisnis Anda secara langsung. Jadi, Modal Operasional ini biasanya dibayar secara bulanan.
Dengan mengenali berbagai macam modal usaha tersebut bisa Anda hitung sendiri, berapa modal yang harus dikeluarkan untuk memulai usaha.

2. SUMBER MODAL USAHA
A. Sumber Intern
Sumber intern : modal yg berasal dari sumber intern adalah modal atau dana yg di bentuk atau di hasilkan sendiri di dalam perusahaan.
Contoh : Laba di Tahan dan Penyusutan
B. Sumber Ekstern
Sumber Ekstern : Modal yg berasal dari sumber ekstern adalah sumber yang berasal dari luar perusahaan
Contoh : Supplier, bank, dan pasar modal



3. KREDIT
A. KIK ( Kredit Investasi Kecil )
Kredit Investasi Kecil (KIK) yaitu kredit yang diberkan bank untuk penambahan modal dalam rangka rehabilitasi usaha , perluasan usaha atau membangun usaha baru. KIK merupakan kredit jangka panjang (umumnya lima tahun)
Syarat yang harus dipenuhi untu mendapatkan kredit ini adalah :
Memiliki izin resmi, yaitu SITU, SIUP, NPWP dan TDP
Usaha telah berjalan minimal dua tahun dan sudah mendapatkan keuntungan
Membuat proposal pengajuan kredit
Berbentuk badan usaha, dapat berbentuk PT, CV, Firma, Koperasi maupun perseorangan
Memiliki agunan
B. KMKP ( Kredit Modal Kerja Permanen )
Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP), yaitu kredit produksi atau eksploitasi yang digunakan untuk menutup biaya produksi perusahaan, seperti biaya pembelian bahan baku, pembelian bahan penunjang, biaya iklan dan promosi dan lainnya yang berkaitan langsung dengan proses produksi. KMKP merupakan kredit jangka pendek (umumnya satu tahun.
Untuk mendapatkan Kredit Investasi Kecil (KIK) dan Kredit Modal Kerja permanen (KMKP) ini, Anda perlu datang ke kantor cabang bank terdekat dan mengisi formulir yang telah disediakannserta membawa persyaratann dokumen yang diperlukan, beserta fotokopinya. Dokumen yang diperlukan antara lain adalah :
Formulir isian lengkap dan ditanda tangani
Fotokopi KTP pemohon (suami istri)
Fotokopi NPWP
Fotokopi SITU
Fotokopi SIUP
Fotokopi SITU
Fotokopi TDP
Foto ukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar, (suami istri)
Sertifikat Hak Milik tanah atau bukti kepemilikan kendaraan bermotor sebagai agunan apabila diperlukan.
Setelah Anda mengisi formulir dan menyerahkan dokumen lengkap, Anda tinggal menunggu permohonan pinjaman Anda disetujui oleh bank.

TUGAS


NAMA : OKTAVIANI
KELAS : XII AK 1
NO.ABSEN : 21

Persyaratan MUB ( Merencanakan Usaha Baru )
Dalam Merencanakan Usaha Baru terdapat beberapa hal yang harus di perhatikan
1.       Bidang dan jenis usaha yang dimasuki
2.       Bentuk usaha dan kepemilikan yang akan dipilih
3.       Organisasi usaha yang akan digunakan
4.       Jaminan usaha yang mungkin diperoleh
5.       Lingkungan usaha yang akan berpengaruh
6.       Tujuan Usaha
Berikut merupakan syarat-syarat untuk Merencanakan Usaha Baru
1.       Tentukan gagasan bisnis yang akan dikembangkan. Sebaiknya sesuaikan usaha yang akan dibuka dengan kemampuan, minat atau bakat yang kita miliki, namun tanpa meninggalkan faktor peluang pasar yang ada pada masyarakat. Banyaknya pengusaha sukses, karena mereka memilih bidang usaha yang mereka sukai. Sehingga kita akan selalu berusaha mengembangkan bisnis yang kita miliki, dengan perasaan senang hati tanpa ada kejenuhan ataupun rasa bosan yang sering muncul. Selain itu dapat juga memulai usaha baru yang belum pernah ada di pasaran sehingga terkesan unik dan menarik, atau membuka usaha yang telah banyak dipasaran namun memiliki peluang pasar yang masih besar.
2.       Buatlah visi dan misi usaha. Sebuah usaha harus memiliki visi serta misi yang jelas, sehingga tujuan dan langkah usaha tersebut dapat terkonsep dengan baik guna menunjang pengembangan usaha yang dibangun. Sekecil apapun usaha yang dimiliki, namun adanya tujuan usaha mempengaruhi kinerja serta hasil usaha yang akan diperoleh.
3.       Action. Sebaik apapun ide bisnis yang kita miliki, tidak akan pernah menjadi usaha yang sukses jika kita tidak segera bertindak. Mulailah usaha yang Anda rencanakan dengan penuh keyakinan dan ketekunan, karena menjalankan sebuah usaha hingga mencapai kesuksesan membutuhkan perjuangan dan perjalanan yang cukup panjang dengan kerja keras yang harus dijalankan.
4.       Selalu belajar dan lakukan pengamatan. Amati pengusaha yang telah sukses dengan bidang yang sama dengan kita, bila usaha kita tergolng baru amatilah strategi manajemen yang mereka gunakan. Hal penting lainnya yaitu perdalam pengetahuan mengenai semua hal yang berhubungan dengan bisnis yang kita jalankan, agar produk kita bisa lebih inovatif.
5.       Hadapi, hayati serta nikmati hambatan atau kegagalan. Membangun sebuah usaha hingga sukses tidaklah mudah, adanya hambatan serta resiko kegagalan hampir selalu membayangi setiap usaha. Untuk itu sebaiknya kita harus selalu berpikiran positif terhadap hambatan serta kegagalan yang ada, karena dalam tiap kesulitan akan ada kemudahan jika kita mau bekerja keras. Tanpa kita sadari, dalam keadaan terdesak kreativitas seseorang akan meningkat untuk mencari solusi dari masalah yang ada. Oleh karena itu, hadapi, hayati serta nikmati hambatan usaha karena akan menguatkan mental usaha kita dan menambah kemampuan kita dalam membangun usaha.

Konsep AMDAL
Secara formal konsep Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) berasal dari undang-undang NEPA 1969 di Amerika Serikat. Dalam undang-undang in AMDAL dimaksudkan sebagai alai untuk merencanakan tindakan preventif terhadap kerusakan lingkungan yang mungkin akan ditimbulkan oleh suatu aktivitas pembangunan yang sedang direncanakan. Di Indonesia, analisis mengenai dampak lingkungan tertera dalam pasal 16 Undang-Undang No. 4 tahun 1982 tentang Ketentuan­ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 29 tahun 1986 yang mulai berlaku pada 5 Juni 1987. PP No. 29 tahun 1986 kemudian dicabut dan diganti dengan PP No. 51 tahun 1993.
Di dalam undang-undang, baik dalam Undang-undatig No.4, 1982, maupun dalam NEPA 1969, dampak diartikan sebagai pengaruh aktivitas manusia dalam pembangunan terhadap lingkungan. Hal in dapat dimengerti karena tujuan undang-undang tersebut adalah untuk melindungi lingkungan la-hadap pembangunan yang tidak bijaksana. Namun pada lain pihak harus pula kita lihat bahwa di negara kita sebagian besar kondisi lingkungan yang mengganggu kesejahteraan kita, baik yang alamiah maupun yang terbentuk oleh kegiatan manusia, justru disebabkan oleh kekurangan atau bahkan tidak adanya pembangunan. Penyakit menular yang disebabkan oleh vektor penyakit dan keadaan sanitasi lingkungan yang rendah adalah contoh di antara banyak contoh. Untuk mengatasi itu harus diadakan pembangunan. Oleh karena itu di samping usaha untuk melindungi lingkungan terhadap pembangunan yang tidak bijaksana, perlu pula dilakukan usaha untuk melindungi pembangunan dari dampak aktivitas lingkungan.

Hal 12 SIAPA BERANI COBA?
1.       Apakah yang Anda ketahui mengenai modal usaha dan sumber-sumber modal usaha?
Jawab :
- Modal adalah sejumlah dana yang menjadi dasar untuk mendirikan suatu perusahaan.
- Sumber-sumber Modal Usaha terbagi menjadi dua, yaitu sumber intern dan sumber ekstern.

2.       Jelaskan perbedaan dari kebutuhan modal kerja dan modal Investasi!
Jawab :
PERBEDAAN DARI KEBUTUHAN MODAL KERJA DAN MODAL INVESTASI :
-          modal kerja investasi dalam harta jangka pendek sedangkan
-          modal investasi adalah investasi dalam harta jangka panjang
 



3.       Jelaskan pengertian dan manfaat dari modal investasi dan modal kerja!
Jawab :
PENGERTIAN MODAL INVESTASI DAN MODAL KERJA
-          Modal investasi adalah modal yang dikeluarkan pada awal usaha yang biasanya digunakan untuk jangka panjang
-          Modal kerja adalah investasi dalam harta jangka pendek atau  harta yang di miliki  perusahaan yang di gunakan untuk menjalankan kegiatan usaha atau membiayai operasional perusahaan sehari-hari tanpa mengorbankan aktiva yang lain dengan tujuan memperoleh laba yang optimal
MANFAAT MODAL INVESTASI
-          Manfaat modal investasi sangatlah banyak, salah satunya adalah sebagai simpanan di masa yang akan datang. Pada umumnya manfaat ini dalam bentuk nilai uang.
-          Manfaat modal kerja
Manfaat tersedianya modal kerja yang cukup adalah sebagai berikut:
1.  Melindungi perusahaan dari akibat buruk berupa turunnya nilai aktiva lancar, seperti adanya kerugian karena debitur tidak membayar, turunnya nilai persediaan karena harganya merosot
2.  Memungkinkan perusahaan dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan dalam memperoleh bahan baku, jasa, dan suplai yang dibutuhkan
3.  Memungkinkan perusahaan mampu bertahan dalam periode resesi atau depresi
4.  Memungkinkan perusahaan untuk beroperasi secara ekonomis dan tidak megalami kesulitan keuangan
5.  Memungkinkan perusahaan untuk melunasi kewajiban-kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya
6.  Memungkinkan perusahaan untuk dapat membeli barang dengan tunai sehingga dapat mendapatkan keuntungan berupa potongan harga
7.  Menjamin perusahaan memiliki credit standing dan dapat mengatasi peristiwa yang tidak dapat diduga seperti kebakaran, pencurian, dan sebagainya
8.  Memungkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup guna melayani permintaan konsumennya
9.  Memungkinkan perusahaan dapat memberikan syarat kredit yang menguntungkan kepada pelanggan 
  

4.       Sebutkan pengertian kredit serta fungsi dan manfaatnya!
Jawab :
PENGERTIAN KREDIT
-          Kredit merupakan suatu fasilitas keuangan yang memungkinkan seseorang atau badan usaha untuk meminjam uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali dalam jangka waktu yang ditentukan. UU No. 10 tahun 1998 menyebutkan bahwa kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka watu tertentu dengan pemberian bunga.Jika seseorang menggunakan jasa kredit, maka ia akan dikenakan bunga tagihan.
-          Pengertian kredit menurut undang-undang No. 7 Tahun 1992 tentangPerbankan adalah:
penyediaan uang atau tagihan yang dapatdipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan kesepakatan pinjammeminjamantara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihakmeminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentudengan jumlah bunga, imbalan atau pembagian hasil keuntungan.
FUNGSI KREDIT
Kredit mempunyai beberapa fungsi yaitu sebagai berikut
1.       Untuk Meningkatkan Daya Guna Uang
Dengan adanya kredit dapat meningkatkan daya guna uang maksudnya jika uang hanya disimpan saja tidak akan menghasilkan sesuatu yang berguna. Dengan diberikannya kredit uang tersebut menjadi berguna untuk menghasilkan barang atau jasa oleh si penerima kredit.
2.       Untuk meningkatkan peredaran lalu lintas uang.
Dalam hal ini uang yang diberikan atau disalurkan akan beredar dari suatu wilayah ke wilayah lainnya, sehingga suatu daerah yang kekurangan uang dengan memperoleh kredit maka daerah tersebut akan memperoleh tambahan uang dari daerah lainnya.
3.       Untuk meningkatkan daya guna barang.
Kredit yang diberikan oleh uang bank akan dapat digunakan oleh si debitur untuk mengolah barang yang tidak berguna menjadi berguna atau bermanfaat.
4.       Meningkatkan peredaran barang.
Kredit dapat pula menambah atau memperlancar arus barang dari satu wilayah ke wilayah lainnya, sehingga jumlah barang yang beredar dari suatu wilayah ke wilayah lainnya bertambah atau kredit dapat pula meningkatkan jumlah yang beredar.
5.       Sebagai alat stabilitas ekonomi
Dengan memberikan kredit dapat dikatakan sebagai stabilitas ekonomi karena dengan adanya kredit yang diberikan akan menambah jumlah barang yang diperlukan oleh masyarakat. Kemudian dapat pula kredit membantu dalam mengekspor barang dari dalam negeri ke luar negeri sehingga meningkatkan devisa negara.

6.       Untuk meningkatkan kegairahan berusaha
Bagi si penerima kredit tentu akan dapat meningkatkan kegairahan berusaha, apalagi bagi si nasabah yang memang modalnya pas-pasan.
7.       Untuk meningkatkan pemerataan pendapatan
Semakin banyak kredit yang disalurkan maka akan semakin baik, terutama dalam hal meningkatkan pendapatan. Jika sebuah kredit diberikan untuk membangun pabrik, maka pabrik tersebut tentu membutuhkan tenaga kerja sehingga, dapat pula mengurangi pengangguran. Disamping itu bagi masyarakat sekitar pabrik juga akan mendapat meningkatkan pendapatannya seperti membuka warung atau menyewa rumah kontrakan atau jasa lainnya.
8.       Untuk meningkatkan hubungan internasional.
Dalam hal pinjaman internasional akan dapat meningkatkan saling membutuhkan antar si penerima kredit dengan si pemberi kredit. Pemberian kredit oleh negara lain akan meningkatkan kerja sama di bidang lainnya.
Dengan adanya kredit, maka terlaksana pula program pemerintah yang sesuai dengan rencana pembangunan nasional dewasa ini dan bukan saja dilaksanakan oleh pemerintah akan tetapi juga dilaksanakan oleh pihak swasta nasional sesuai dengan keputusan pemerintah. Tentu saja dalam hal ini, dalam melaksanakan pembangunan tersebut akan lebih banyak memerlukan modal, oleh karena itu pengusaha ekonomi lemah yang kekurangan modal dapat mengajukan permohonan kredit, dengan demikian sangat membantu dalam pembangunan nasional.
Fungsi Kredit bagi dunia usaha dan lembaga keuangan
Bagi dunia usaha (termasuk usaha kecil) :
-          Sebagai sumber permodalan untuk menjaga kelangsungan atau
meningkatkan usahanya.
-          Pengembalian kredit wajib dilakukan tepat waktu, diharapkan dapat
diperoleh dari keuntungan usahanya

Bagi lembaga keuangan (termasuk bank) :
-          Menyalurkan dana masyarakat (deposito, tabungan, giro) dalam
bentuk kredit kepada dunia usaha.

MANFAAT KREDIT
Memberi keuntungan Bagi Debitur dan Lembaga Keuangan :
Bagi Debitur
-          Memberi keuntungan usaha dengan adanya tambahan modal dan
berkembangnya usaha
Bagi lembaga keuangan (termasuk bank)
-          Memberi keuntungan dari selisih bunga pemberian kredit atau jasa
Lainnya
5.       Bagaimanakah prosedur pengajuan permohonan kredit ke bank atau lembaga keuangan lainnya?
Jawab :
Pinjaman/kredit Individu :
  • Fotokopi identitas diri ( KTP, SIM, atau paspor )
  • Fotokopi akte nikah ( bagi yang sudah menikah ).
  • Fotokopi kartu keluarga (KK).
  • Fotokopi rekening koran/ rekening giro atau kopi buku tabungan di bank manapun antara enam hingga tiga bulan terakhir.
  • Fotokopi slip gaji dan surat keterangan bekerja dari perusahaan.
Pinjaman/Kredit Badan Usaha :

  • Foto copy identitas pemilik perusahaan (direksi dan komisarisnya)
  • Foto copy SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
  • NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  • Foto copy TDP (Tanda Daftar Perusahaan)
  • Akta pendirian ( awal beserta perubahannya )
  • Foto copy agunan ( SHM, BPKB, dll)
  • Foto copy IMB (Izin Mendirikan Bangunan)
  • Data Laporan Keuangan

PETA KONSEP
PETA BISNIS DAN PENJELASANNYA
1.    JENIS MODAL USAHA
A.    Modal Investasi Awal
Modal Investasi awal adalah jenis modal yang harus dikeluarkan pada awal memulai usaha, dan biasanya dipakai untuk jangka panjang. Contoh modal usaha ini adalah bangunan, peralatan seperti komputer, kendaraan, perabotan kantor dan barang-barang lain yang dipakai untuk jangka panjang.
Sebagai contoh jika usaha anda adalah bengkel motor, maka modal investasi awal Anda adalah bangunan, alat-alat perbengkelan, dan perabot lain yang dibutuhkan di bengkel tersebut. Kalau usaha Anda toko, maka modal investasi awal Anda adalah rak, meja, bahkan mungkin juga mesin kasir.
Biasanya, modal udaha ini nilainya cukup besar karena dipakai untuk jangka panjang. Tetapi nilai dari Modal Investasi Awal ini akan mengalami penyusutan dari tahun ke tahun bahkan bisa dari bulan ke bulan. Nilai penyusutan ini harus dihitung, jika sudah bernilai nol harus dilakukan peremajaan lagi.
B.    Modal Kerja
Modal kerja adalah modal yang harus dikeluarkan untuk membeli atau membuat barang dagangan Anda. Modal kerja ini bisa dikeluarkan setiap bulan, atau setiap datang order.
Sebagai contoh, kalau usaha Anda usaha tempat makan, maka modal kerja yang Anda butuhkan adalah modal untuk membeli bahan makanan. Kalau usaha Anda usaha pembuatan barang kerajinan, maka modal kerja Anda adalah uang yang Anda keluarkan untuk membeli bahan baku. Kalau usaha Anda adalah jasa fotokopi, ya modal kerja Anda uang yang Anda keluarkan untuk membeli kertas, tinta, dan lain sebagainya.
Prinsipnya, tanpa modal kerja, Anda tidak akan bisa menyelesaikan order Anda atau tidak memiliki barang dagangan. Nanti, bisa-bisa Anda malah tidak akan dapat pembeli karena barangnya saja tidak ada. Itulah pentingnya modal kerja.
C.    Modal Operasional
Modal yang terakhir adalah modal operasional. Modal operasional adalah modal yang harus Anda keluarkan untuk membayar biaya operasi bulanan dari bisnis Anda. Contohnya pembayaran gaji pegawai, pulsa telepon bulanan, PLN, air, bahkan retribusi.
Pos-pos dalam modal operasional ini pada setiap bisnis umumnya hampir sama. Ini karena pada prinsipnya, yang dimaksud dengan modal operasional adalah uang yang harus Anda keluarkan untuk membayar pos-pos biaya di luar bisnis Anda secara langsung. Jadi, Modal Operasional ini biasanya dibayar secara bulanan.
Dengan mengenali berbagai macam modal usaha tersebut bisa Anda hitung sendiri, berapa modal yang harus dikeluarkan untuk memulai usaha.

2.    SUMBER MODAL USAHA
A.    Sumber Intern
Sumber intern : modal yg berasal dari sumber intern adalah modal atau dana yg di bentuk atau di hasilkan sendiri di dalam perusahaan.
Contoh : Laba di Tahan dan Penyusutan
B.    Sumber Ekstern
Sumber Ekstern : Modal yg berasal dari sumber ekstern adalah sumber yang berasal dari luar perusahaan
Contoh : Supplier, bank, dan pasar modal



3.    KREDIT
A.    KIK ( Kredit Investasi Kecil )
Kredit Investasi Kecil (KIK) yaitu kredit yang diberkan bank untuk penambahan modal dalam rangka rehabilitasi usaha , perluasan usaha atau membangun usaha baru. KIK merupakan kredit jangka panjang (umumnya lima tahun)
Syarat yang harus dipenuhi untu mendapatkan kredit ini adalah :
Ø Memiliki izin resmi, yaitu SITU, SIUP, NPWP dan TDP
Ø Usaha telah berjalan minimal dua tahun dan sudah mendapatkan keuntungan
Ø Membuat proposal pengajuan kredit
Ø Berbentuk badan usaha, dapat berbentuk PT, CV, Firma, Koperasi maupun perseorangan
Ø Memiliki agunan
B.    KMKP ( Kredit Modal Kerja Permanen )
Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP), yaitu kredit produksi atau eksploitasi yang digunakan untuk menutup biaya produksi perusahaan, seperti biaya pembelian bahan baku, pembelian bahan penunjang, biaya iklan dan promosi dan lainnya yang berkaitan langsung dengan proses produksi. KMKP merupakan kredit jangka pendek (umumnya satu tahun.
Untuk mendapatkan Kredit Investasi Kecil (KIK) dan Kredit Modal Kerja permanen (KMKP) ini, Anda perlu datang ke kantor cabang bank terdekat dan mengisi formulir yang telah disediakannserta membawa persyaratann dokumen yang diperlukan, beserta fotokopinya. Dokumen yang diperlukan antara lain adalah :
Ø Formulir isian lengkap dan ditanda tangani
Ø Fotokopi KTP pemohon (suami istri)
Ø Fotokopi NPWP
Ø Fotokopi SITU
Ø Fotokopi SIUP
Ø Fotokopi SITU
Ø Fotokopi TDP
Ø Foto ukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar, (suami istri)
Ø Sertifikat Hak Milik tanah atau bukti kepemilikan kendaraan bermotor sebagai agunan apabila diperlukan.
Setelah Anda mengisi formulir dan menyerahkan dokumen lengkap, Anda tinggal menunggu permohonan pinjaman Anda disetujui oleh bank.